Monday, 20 October, 2014 | KUMPULAN KISAH ORANG SUKSES & TIPS SUKSES |

Mampu Menemukan dan Menciptakan Peluang


Mampu Menemukan dan Menciptakan PeluangPeluang  adalah  faktor  yang  berpengaruh  besar  kepada  seseorang untuk  menggapai  kesuksesan,  karena  kesempatan  merupakan  power yang  dimiliki  seseorang  sebagai  jalan  untuk  menuju  kesuksesan.  Sepandai apapun  orang,  sebanyak  apapun  relasinya  tidak  akan  menjadikan  dirinya sukses,  jikalau  ia  tidak  memiliki  kesempatan  untuk  mengaplikasikan  gagasan  dan  ilmunya  dalam  dunia  nyata.  Berarti  yang  ia  punya  hanya  berupa teori  belaka,  tanpa  pernah  tahu  apakah  teorinya  tepat  atau  tidak,  jika  diimplementasikan  dalam  kehidupan  karena  ia  belum  pernah  mencoba.

Sebuah  peluang  yang  akan  datang  kepada  kita  tidak  pernah  bisa  ditebak.  Untuk  itu,  sudah  seharusnya  kita  jeli  dan  cermat terhadap  peluang yang  ada.  Jikalau  kita  telah  mengerti  dan  paham  akan  adanya  peluang  dihadapan  kita,  sudah  seharusnya  peluang  itu  segera  kita  tangkap.

Banyak  orang  yang  pandai  yang  bergelar  pendidikan  tinggi,  dan  banyak pula  orang-orang  yang  bergelimang  harta,  akan  tetapi  tidak  sukses  dalam usahanya  disebabkan  mereka  tidak  pandai  menangkap  peluang.  Tindakan demikian,  tentu  akan  menyebabkan  mereka  mengalami  kegagalan.  Akan tetapi,  jika  mampu  menangkap  dan  jeli  terhadap  peluang  pasar,  akan menuai  keuntungan  yang  besar  dan  akan  berujung  pada  kesuksesan.

Kisah  Sukses  Bill  Porter
Jika  Anda  hendak  belajar  bagaimana  memanfaatkan  peluang  dan  arti hidup,  belajarlah  pada  seorang  Bill  Porter,  la  adalah  salah  satu  contoh  orang yang  mampu  memanfaatkan  momen  dalam  hidupnya  dengan  baik.  Terlahir  sebagai  anak  yang  kekurangan  fisik  disebabkan  cerebral palsy  (kondisi  lumpuh  karena  otak  yang  terluka),  tidak  membuat  dirinya menjadi  patah  semangat  untuk  menjalankan  kiprahnya  sebagai  wirausahawan Sejak  lahir,  tangan  Kanannya  hampir  tidak  berfungsi  dan  ia  susah untuk  berkomunikasi  dengan  orang  lain  disebabkan  kekurangan  pada dirinya  dalam  berbicara.  Ironisnya  lagi  banyak  orang-orang  yang  merekomendasikan  kepada  orang  tuanya  untuk  memasukkannya  ke  dalam  rumah sakit  mental.  Untungnya  orang  tua  Bill  Porter  dengan  tegas  menolaknya.

Mereka  beralasan  sangat  bijak  bahwa  Bill  Porter  akan  mampu  melakukan penyesuaian  diri,  bekerja  bersama-sama,  dan  membantunya  untuk  menumbuhkan  kemandirian  dalam  menjalani  hidupnya. Keputusan  orang  tuanya  memanglah  sangat  tepat.  Hal  ini  dibuktikan dengan  kemajuan  Bill  Porter  pada  kehidupan  dan  pendidikannya.  Bahkan ia  juga  menyelesaikan  studinya  pada  sekolah  menengah  di  daerahnya.

Seusai  menempuh  pendidikan  menegah  di  tempat  tinggalnya,  Bill  Porter tidak  melanjutkan  sekolah  lagi,  melainkan  memutuskan  untuk  bekerja.  Hal tersebut  ia  implementasikan  melalui  kiprahnya  dengan  bekerja  membantu Oregon  Department  of  Employment,  ia  mendapat  pekerjaan  sebagai  pegawai tata  usaha  saham,  akan  tetapi  tidak  bertahan  lama.  Hanya  berselang  satu  hari setelah  ia  bekerja,  justru  Bill  Porter  mendapatkan  surat  pemecatan.

Setelah  kejadian  pemecatan  pada  kerjanya  yang  pertama,  Bill  Porter tetap  berjuang.  la  tidak  mau  bergantung  pada  orang  lain,  la  berkeyakinan bahwa  ia  mampu  untuk  sukses  dan  diperhitungkan  oleh  masyarakat.  Beberapa  hari  setelah  pemecatan  terhadap  dirinya,  ia  mencoba  bekerja  lagi pada  Goodwill,  kali  ini  ia  mendapatkan  pekerjaan  sebagai  kasir.  Akan  tetapi,  nasib  naas  kembali  menimpa  dirinya,  karena  setelah  tiga  hari  bekerja, kembali  ia  dipecat. Seakan  dunia  memang  memusuhinya,  itulah  perasaannya  saat  itu dengan  berpikir  bahwa  tidak  ada  yang  menerimanya.  Pemikiran  negatif tersebut  tidak  berlangsung  lama,  ia  pun  kembali  bangkit  dari  keterpurukannya  dengan  mencoba  kembali  bekerja  di  Salvation  Army.  Saat  itu, ia  dipercaya  untuk  mengurusi  permasalahan  dokumen  pemuatan  barang dan  di  Veteran  Administration  bekerja  sebagai  operator  telepon.  Namun,  ia kembali  dipecat.  Hal  ini  disebabkan  ia  dianggap  “tak  dapat  dipekerjakan dengan  baik”.

Betapa  malangnya  nasib  seorang  Bill  Porter  kala  itu,  di  mana  ia  mendapatkan  ujian  yang teramat  luar  biasa  dengan  mendapatkan  pemecatan yang  berlangsung  berturut-turut  dalam  hidupnya.  Apalagi  alasan  mereka sangat  menyakitkan.  Mereka  beranggapan  bahwa  dirinya  “tidak  layak untuk  bekerja”.  Akan  tetapi,  keadaan  tersebut  kembali  tidak  membuat seorang  Bill  Porter  menyerah.

Terbiasa  dengan  lingkungan  yang  kerapkali  merendahkannya,  membuat  dirinya  menjadi  biasa  dan  justru  menjadi  orang  yang  bermentalkan baja.  Bill  Porter  saat  itu  lalu  memutuskan  untuk  membuka  usaha  sendiri dengan  berdagang.  la  memulai  kiprahnya  di  dunia  perdagangan  ketika  ia mendapat  kesempatan  menjual  barang-barang  rumah  tangga  untuk  mengumpulkan  dana  bagi  United  Cerebral  Palsy.

la  sangat  tergiur  dengan  dunia  dagang  saat  itu,  apalagi  saat  itu  ia mendapatkan  keuntungan  yang  cukup  lumayan  untuk  bisnisnya.  Namun, ia  kembali  dihadapkan  dengan  dilema,  di  mana  ia  mengalami  kesulitan  menemukan  sebuah  perusahaan  yang  akan  memberinya  kesempatan  mencoba karier  itu.  Untung  saja,  akhirnya  ia  mampu  untuk  memengaruhi  Direktur Watkins  Incorporated  untuk  memberinya  peluang.  Bill  kembali  diuji  kemampuannya.

Dengan  usaha  keras  Bill  Porter  mampu  menciptakan  peluang  dan memanfaatkan  momen  dan  kepercayaan  yang  telah  diberikan  kepadanya dengan  melakukan  penjualan  produk  secara  door  to  door  atau  dari rumah  ke  rumah.  Siapa  yang  menyangka  bahwa  metode  tersebut  ternyata disambut oleh  para  customer  dengan  antusias  dan  mendapatkan  respons baik.

Dengan  cara  tersebut,  customer  merasa  terbantu  dan  senang  karena dimanjakan.  Bill  selalu  bangun  pagi  pada  pukul  05.45.  Menghabiskan waktu  dua  jam  untuk  mempersiapkan  diri  dan  berpakaian,  mencegat  bus di  kota  menuju  wilayahnya,  dan  dengan  tertatih-tatih  ia  berjalan  sepanjang tujuh  hingga  sepuluh  mil  setiap  hari,  berjalan  dari  pintu  ke  pintu  menjual produk,  seperti  vanila,  rempah-rempah,  dan  deterjen.

Pekerjaan  tersebut  Bill  Porter  lakukan  selama  40  tahun,  hingga  membuat  dirinya  mantap  sebagai  orang  nomor  satu  dalam  penjualan  produk Watkins.  la  mampu  membuktikan  kepada  semua  orang  bahwa  ia  bisa. Kerja  keras  telah  mengantarkannya  sebagai  seorang  miliarder  dengan metode  tradisional  yang  pada  saat  itu  telah  dilupakan.

Betapa  mengesankan  kisah  dari  seorang  Bill  Porter  yang  mampu  berjuang  untuk  dirinya  sendiri,  meskipun  banyak  orang  yang  melecehkan dirinya.  Kemampuannya  dalam  menemukan  dan  memanfaatkan  peluanglah  yang  mengantarkan  seorang  Bill  Porter  berjaya  sebagai  seorang  wirausahawan  sukses  kala  itu.  Begitu  juga  dengan  Anda  yang  hendak  menerjunkan  diri  atau  telah  terjun  ke  dalam  dunia  wirausaha  haruslah  mampu menciptakan  peluang  dan  memanfaatkan  peluang.

Sebab  sebuah  usaha  keras,  tetapi  dengan  mengabaikan  peluang bisnis  akan  berakibat  fatal.  Sebuah  usaha  harus  memanfaatkan  peluang di  sekitar  sehingga  tidak  berisiko  pada  kerugian  dalam  bisnis,  mengingat pentingnya  peluang  bisnis.

Copyright: kisahsukses.info

Filed in: INSPIRASI HIDUP, TIPS SUKSES